PRINGSEWU – Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas pembelajaran melalui penyelenggaraan kegiatan Upgrading Microteaching Skill bagi Dosen Pemula yang dilaksanakan pada 15–16 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu program strategis universitas dalam memperkuat kompetensi pedagogik dosen sebagai bagian dari implementasi budaya mutu akademik di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Ani Kristianingsih, S.ST., M.Kes. dan didampingi oleh Ulfa Isni Kurnia, S.Pd., M.Pd.T. selaku sekretaris kegiatan tersebut diikuti oleh dosen-dosen pemula dari berbagai program studi di lingkungan Universitas Aisyah Pringsewu. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar mengajar, pengelolaan kelas, strategi pembelajaran inovatif, serta kemampuan beradaptasi terhadap berbagai karakteristik mahasiswa.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Rabu, 15 Juli 2026, dengan agenda pembukaan yang disampaikan oleh Wakil Rektor I Universitas Aisyah Pringsewu, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber terkait kompetensi pedagogik dan pengembangan pembelajaran di perguruan tinggi. Selanjutnya, pada Kamis, 16 Juli 2026, peserta mengikuti praktik microteaching baik secara teori maupun praktik dengan pendampingan mentor yang telah ditunjuk.
Ketua kegiatan, Dr. Ani Kristianingsih, S.ST., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan upgrading microteaching merupakan salah satu upaya universitas dalam mempersiapkan dosen agar memiliki kemampuan mengajar yang profesional dan sesuai dengan tuntutan pendidikan tinggi saat ini.
"Kualitas proses pembelajaran sangat ditentukan oleh kompetensi dosen. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin memastikan bahwa dosen pemula memiliki bekal pedagogik yang memadai, mampu memahami karakteristik mahasiswa, serta dapat menerapkan metode pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada mahasiswa," ujarnya.
Menurutnya, dosen tidak hanya dituntut menguasai bidang keilmuan, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi, manajemen kelas, dan keterampilan dalam menciptakan suasana pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.
Sementara itu, Sekretaris Kegiatan, Ulfa Isni Kurnia, S.Pd., M.Pd.T., menjelaskan bahwa pelaksanaan microteaching dirancang menyerupai kondisi pembelajaran yang sesungguhnya dengan menghadirkan berbagai karakteristik audiens atau mahasiswa.
"Dalam praktik microteaching, peserta dihadapkan pada berbagai kondisi kelas, mulai dari mahasiswa yang fokus dan antusias, aktif dalam diskusi kelompok, hingga mahasiswa yang kurang fokus atau pasif. Kondisi tersebut bertujuan untuk melatih kemampuan dosen dalam mengelola kelas dan menentukan strategi pembelajaran yang tepat," jelasnya.
Sebanyak sembilan dosen pemula dari berbagai program studi, di antaranya Program Studi Pendidikan Jasmani, Farmasi, Agama, Gizi, dan Kedokteran Gigi, mengikuti praktik microteaching dengan pendampingan mentor sesuai bidang keahlian masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Universitas Aisyah Pringsewu berharap dapat menghasilkan dosen-dosen yang profesional, adaptif, dan inovatif dalam melaksanakan proses pembelajaran, sehingga mampu meningkatkan kualitas lulusan serta mendukung pencapaian visi universitas sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berakhlakul karimah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen UAP dalam memperkuat budaya akademik dan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara berkelanjutan. (*na)

