PRINGSEWU – Program Studi Magister Ilmu Komputer Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) menggelar kegiatan matrikulasi dengan menghadirkan Prof. Dr. Adiwijaya, S.Si., M.Si. dari Telkom University sebagai narasumber, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut mengangkat tema Computer Science Research Trend. Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Adiwijaya mengajak mahasiswa untuk melihat perkembangan riset ilmu komputer yang terus bergerak dan semakin terhubung dengan berbagai bidang, terutama Data Science.
Materi yang disampaikan menyoroti empat pilar utama tren riset ilmu komputer, yakni Intelligent Systems, Cyber-Physical Infrastructure, Decentralized Trust, dan Human-Centric Technology.
Pada bidang Intelligent Systems, ruang lingkup riset mencakup Artificial Intelligence, Generative AI, Machine Learning, Deep Learning, Natural Language Processing hingga sistem pendukung keputusan. Perkembangan bidang tersebut juga memperlihatkan peran penting Data Science, terutama dalam pengolahan dan pemanfaatan data untuk membangun model yang mampu menghasilkan analisis maupun prediksi.
Sementara itu, Cyber-Physical Infrastructure mencakup perkembangan Internet of Things (IoT), Cloud Computing, dan Edge Computing. Perangkat IoT, misalnya, menghasilkan aliran data secara terus-menerus yang membuka peluang besar untuk dikembangkan melalui pendekatan Data Science dan teknologi pembelajaran mesin.
Bidang Decentralized Trust juga menjadi bagian dari lanskap riset yang berkembang. Cakupannya meliputi cybersecurity dan teknologi blockchain. Analisis data dapat dimanfaatkan dalam mendeteksi pola ancaman siber, sedangkan blockchain berkembang sebagai salah satu pendekatan dalam pengamanan dan pencatatan data.
Adapun Human-Centric Technology mencakup bidang Software Engineering dan Human-Computer Interaction (HCI). Perkembangan riset pada bidang ini menempatkan kebutuhan dan pengalaman manusia sebagai bagian penting dalam perancangan dan pengembangan teknologi.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Adiwijaya juga menggambarkan bagaimana berbagai bidang tersebut dapat saling bertemu dalam sebuah sistem. Salah satu contohnya adalah perangkat kesehatan berbasis IoT yang mengirimkan data ke sistem cloud, kemudian dianalisis menggunakan Deep Learning. Pada saat yang sama, keamanan data menjadi perhatian melalui pendekatan cybersecurity, sementara teknologi blockchain dapat mendukung pencatatan data.
Kaprodi Magister Ilmu Komputer UAP, Dr. Sc. Ir. Agus Wantoro, S.Kom., M.Kom., IPM., ASEAN Eng, mengatakan kegiatan matrikulasi menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman mahasiswa terhadap perkembangan keilmuan dan arah riset sebelum memasuki proses pembelajaran secara lebih mendalam.
“Mahasiswa Magister Ilmu Komputer perlu memiliki perspektif yang luas terhadap perkembangan riset. Saat ini, Artificial Intelligence, Data Science, IoT, cybersecurity, dan rekayasa perangkat lunak semakin saling berkaitan. Kondisi ini membuka banyak peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan penelitian yang relevan,” ujar Agus Wantoro.
Menurutnya, mahasiswa magister perlu didorong untuk tidak sekadar mengikuti tren teknologi, tetapi mampu mengidentifikasi persoalan yang layak diteliti dan merumuskannya melalui pendekatan ilmiah.
“Penelitian yang baik tidak hanya mengikuti perkembangan yang sedang populer. Yang lebih penting adalah bagaimana mahasiswa mampu melihat persoalan, menentukan pendekatan yang tepat, serta menghasilkan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian masalah,” katanya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi dan Bisnis UAP, Dr. Ir. Zulkifli, S.T., M.Kom., mengatakan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat menuntut perguruan tinggi untuk terus memperkuat ekosistem akademik dan riset.
Menurutnya, pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berinovasi dan menghasilkan karya berbasis riset.
“Perkembangan teknologi harus direspons melalui penguatan budaya akademik dan penelitian. Mahasiswa magister diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu mengembangkan gagasan, melakukan penelitian, dan menghasilkan inovasi yang memiliki manfaat,” ujarnya.
Zulkifli menambahkan, kehadiran akademisi dari perguruan tinggi lain dalam kegiatan matrikulasi memberikan perspektif tambahan bagi mahasiswa mengenai perkembangan riset di tingkat nasional maupun global.
“Mahasiswa perlu mendapatkan gambaran yang luas mengenai arah perkembangan ilmu. Melalui forum akademik seperti ini, mereka dapat mulai memetakan bidang penelitian yang diminati dan mengembangkannya sesuai dengan kompetensi yang dimiliki,” katanya.
Kegiatan matrikulasi tersebut menjadi bagian dari proses akademik mahasiswa Magister Ilmu Komputer UAP dalam memperluas wawasan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Melalui pemaparan Prof. Dr. Adiwijaya, S.Si., M.Si. dari Telkom University, mahasiswa diperkenalkan pada gambaran mengenai konvergensi berbagai bidang dalam ilmu komputer serta peluang riset yang berkembang di dalamnya.
Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, penguasaan terhadap arah dan tren riset menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa magister dalam menentukan fokus penelitian. Artificial Intelligence, Data Science, IoT, keamanan siber, infrastruktur digital, hingga interaksi manusia dan teknologi menjadi bagian dari lanskap ilmu komputer yang terus berkembang.
Melalui kegiatan tersebut, Program Studi Magister Ilmu Komputer UAP berharap mahasiswa dapat membangun perspektif yang lebih luas, kritis, dan adaptif dalam memandang perkembangan teknologi, sekaligus terdorong menghasilkan penelitian yang relevan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (*na)

