UAP GELAR SOSIALISASI KAMPUS MERDEKA, MERDEKA BELAJAR

PRINGSEWU (UAP)Jum’at (23/10), Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) menggelar kegiatan Sosialisasi Kampus Merdeka, Merdeka Belajar bagi dosen dilingkungan Universitas Aisyah Pringsewu tahun akademik 2020/2021 dengan menghadirkan Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II Sumsel-Lampung-Bengkulu-Babel (Dr. Nuril Furkan, M.Pd.) sebagai narasumber.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Universitas Aisyah Pringsewu, dihadiri Ketua Yayasan Aisyah Lampung (Sukarni, SST,M.Kes), Sekretaris Yayasan Aisyah Lampung (Fitriana, S.SiT.,M.Kes), Ketua Senat Universitas Aisyah Pringsewu (Zulkifli, S.T., M.Kom.,), Rektor Universitas Aisyah Pringsewu (Hardono, S.Kep., Ners., M.Kep.,), unsur pimpinan serta bapak ibu dosen.

Kegiatan Sosialisasi Kampus Merdeka, Merdeka Belajar tersebut dibuka oleh Rektor Universitas Aisyah Pringsewu (Hardono, S.Kep., Ners., M.Kep.).

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Dwi Oktarosada, M.Pd.I., dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Hymne Universitas Aisyah, Mars Pringsewu

Selaku narasumber, Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II Sumsel-Lampung-Bengkulu-Babel (Dr. Nuril Furkan, M.Pd.) menyampaikan, ada 4 kebijakan yang diusung program kampus merdeka, yakni pembukaan prodi baru, sistem akreditasi perguruan tinggi, hak belajar selama 3 semester di luar prodi, serta kemudahan untuk menjadi PTN-BH.

Beliau juga menjelaskan, ada 8 kegiatan yang mendukung proses pelaksanaan kampus merdeka, yakni mahasiswa melakukan magang, mahasiswa membangun desa, mahasiswa mengajar, pertukaran mahasiswa, mahasiswa melakukan riset, mahasiswa berwirausaha, mahasiswa melakukan program kemanusiaan, dan mahasiswa membuat project independen. Harapannya, ke-8 program itu bisa menghasilkan lulusan yang siap menghadapi segala masalah di dunia nyata. “Harapannya adalah memberi ruang pada mahasiswa dan perguruan tinggi untuk lebih dekat dengan dunia nyatanya, lebih dekat dengan industri, lebih dekat dengan masyarakat desa, lebih dekat dengan pembangunan, lebih dekat dengan permasalahan nyata di lapangan, karena perguruan tinggi dan masyarakat itu seperti hubungan dua gir yang dihubungkan dengan rantai dan bisa berputar dengan arah yang sama.

Belajar Kampus Merdeka diharapkan dapat menjawab tantangan Perguruan Tinggi untuk menghasilkan lulusan yang sesuai perkembangan zaman, kemajuan IPTEK, tuntutan dunia usaha dan dunia industri, maupun dinamika masyarakat.

Pembelajaran dalam Kampus Merdeka memberikan tantangan dan kesempatan untuk pengembangan inovasi, kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan melalui kenyataan dan dinamika lapangan seperti persyaratan kemampuan, permasalahan riil, interaksi sosial, kolaborasi, manajemen, tuntutan kinerja, target dan pencapaiannya.

Semua kegiatan harus dilaksanakan dengan bimbingan dari dosen. Kampus Merdeka diharapkan dapat memberikan pengalaman kontekstual lapangan yang akan meningkatkan kompetensi mahasiswa secara utuh, siap kerja, atau menciptakan lapangan kerja baru. Proses pembelajaran dalam Kampus Merdeka merupakan salah satu perwujudan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered learning) yang sangat esensial. (*na)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *