UAP – TIM AMBULANCE 118 JAKARTA GELAR PELATIHAN BASIC TRAUMA & CARDIAC LIFE SUPPORT

IMG-20190805-00001
Berita Kampus Event

UAP – TIM AMBULANCE 118 JAKARTA GELAR PELATIHAN BASIC TRAUMA & CARDIAC LIFE SUPPORT

PRINGSEWU (UAP) – Senin (5/8), Fakultas Kesehatan Program Studi Keperawatan Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) mengadakan pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS), pelatihan ini di tujukan untuk membekali mahasiswa. pelatihan yang diadakan di Program Studi Keperawatan Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) ini bekerja sama dengan tim Ambulan Gawat Darurat (AGD ) 118 Jakarta, selama 5 hari mulai tanggal 5 s/d 9 Agustus 2019. pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir.

Acara ini di buka oleh dekan fakultas kesehatan, Feri Kameliawati, S.Kep., Ners., M.Kep serta di hadiri oleh bapak/ibu dosen keperawatan. Dalam sambutannya Feri Kameliawati mengatakan, pentingnya pelatihan ini sebagai salah satu program kerja di Fakultas Kesehatan Prodi Keperawatan, sebagai salah satu usaha untuk mendekatkan antara dunia pendidikan dengan dunia kerja melalui program link and match. Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) atau pemberian bantuan hidup dasar dalam asuhan keperawatan gawat darurat dapat terjadi pada setiap sistem tubuh yang biasa terjadi akibat trauma atau gangguan sirkulasi pada sistem jantung paru (kardio-pulmonar). Pemberian bantuan hidup dasar pada waktu dan cara yang tepat akan mengurangi angka kematian dan kecacatan. Bantuan hidup dasar diberikan untuk menyelamatkan jiwa dan meminimalisir kerusakan organ.

Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) telah menjadi persyaratan mutlak untuk setiap perawat yang bekerja di pelayanan kesehatan. Perawat sebagai bagian dari anggota Tim Kesehatan wajib memiliki ketrampilan dasar tentang BTCLS sebagai kompetensi dasar.

Beliau menegaskan, pelatihan semacam ini diharapkan mencetak calon-calon perawat yang diakui oleh dunia kerja, meningkatkan kemampuan dan kompetensi keperawatan gawat darurat dan melatih kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, serta kasus gawat darurat baik henti nafas maupun henti jantung yang dapat terjadi pada kondisi apapun, ucapnya.

Sedangkan dari tim AGD 118 mengatakan, pentingnya sertifikasi bagi peserta pelatihan BTCLS, selain itu juga tim AGD 118 merupakan perintis lembaga pelatihan keperawatan di indonesia, yang keberadaannya telah diakui oleh PPNI dan Kemenkes. Kompetensi dasar ini, idealnya sebagai persyaratan wajib yang harus dimiliki oleh perawat sebelum bekerja di pelayanan kesehatan ataupun sebagai instruktur klinik. Perawat agar dapat memberikan asuhan keperawatan gawat darurat khususnya melakukan BTCLS sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, maka perlu disiapkan perawat yang handal melalui pelatihan berbasis kompetensi.(*na)

Leave your thought here

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat