PRINGSEWU – Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) menggelar coaching penyusunan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pada 27–28 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Aisyah Pringsewu ini bertujuan memperkuat kapasitas dosen dalam menyusun proposal yang kompetitif untuk memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), sekaligus meningkatkan kemampuan publikasi artikel ilmiah pada jurnal internasional.
Kegiatan ini diikuti dosen UAP dengan menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah. Melalui pendampingan tersebut, dosen diharapkan mampu mengembangkan gagasan akademik menjadi proposal yang terstruktur, memiliki kebaruan, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Rektor Universitas Aisyah Pringsewu, Dr. Sutrisno, S.Kep., Ners., MAN, menegaskan bahwa penguatan kapasitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi.
Menurutnya, dosen tidak hanya dituntut menjalankan pendidikan dan pengajaran, tetapi juga perlu membangun budaya akademik yang produktif melalui penelitian, inovasi, dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Melalui kegiatan coaching ini, kami ingin mendorong dosen Universitas Aisyah Pringsewu agar semakin siap menyusun proposal penelitian dan pengabdian yang berkualitas, kompetitif, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kami juga berharap kemampuan dosen dalam menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi terus meningkat sehingga hasil penelitian dapat memberikan kontribusi yang lebih luas," ujar Sutrisno.
Ia menambahkan, pengembangan budaya riset memerlukan konsistensi, kolaborasi, dan dukungan institusi. Dengan demikian, penelitian tidak berhenti pada penyusunan laporan, tetapi dapat menghasilkan luaran ilmiah yang bermanfaat, dipublikasikan secara luas, dan berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Empat Sesi Perkuat Kompetensi Dosen
Rangkaian coaching menghadirkan empat narasumber dengan materi yang disesuaikan dengan bidang keahlian dan kebutuhan pengembangan kapasitas dosen.
Pada Selasa (27/10/2026), sesi pertama menghadirkan Dekan Fakultas Teknologi dan Bisnis UAP, Dr. Ir. Zulkifli, S.T., M.Kom., CDS., CSP. Ia membawakan materi strategi memperoleh pendanaan dan menyusun proposal hibah penelitian reguler Kemendiktisaintek, dengan fokus pada bidang teknologi dan sains.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Ferly Ardhv, S.Kom., M.T.I., MOS, yang membahas strategi memperoleh pendanaan dan penyusunan proposal hibah pengabdian kepada masyarakat reguler Kemendiktisaintek.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada Rabu (28/10/2026) dengan menghadirkan Dr. Riska Hedia Putri, Ners., M.Kep. Ia membahas strategi penyusunan proposal hibah penelitian reguler Kemendiktisaintek, khususnya untuk bidang kesehatan, sosial, dan humaniora.
Sementara itu, sesi keempat menghadirkan Ikhwan Amirudin, Ners., M.Kep., dengan materi strategi publikasi internasional bereputasi.
Keempat sesi tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada dosen, mulai dari penyusunan proposal penelitian dan pengabdian, pemetaan peluang pendanaan, hingga strategi memublikasikan hasil penelitian pada jurnal internasional.
Zulkifli menekankan bahwa proposal penelitian yang baik harus dibangun di atas pemahaman substansi keilmuan, ketepatan perumusan masalah, serta kejelasan kontribusi yang ingin dihasilkan.
"Proposal yang kompetitif tidak hanya bergantung pada ide penelitian, tetapi juga pada kemampuan dosen menjelaskan persoalan yang diteliti, metode yang digunakan, luaran yang ditargetkan, dan manfaat yang dihasilkan. Karena itu, dosen perlu memahami karakteristik skema pendanaan dan menyusun proposal secara sistematis sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat membantu dosen mengembangkan gagasan penelitian menjadi proposal yang lebih terarah, terukur, dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan maupun kebutuhan masyarakat.
Dorong Budaya Riset yang Produktif dan Berdampak
Ketua pelaksana kegiatan, Hikmah Ifayanti, S.Keb., Bd., M.Kes., melalui kegiatan ini mendorong penguatan kapasitas dosen dalam mempersiapkan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kompetensi publikasi ilmiah.
Pendampingan tersebut menjadi ruang bagi dosen untuk memperdalam pemahaman tentang penyusunan proposal, mengidentifikasi peluang pendanaan, serta mempersiapkan luaran akademik sesuai dengan ketentuan lembaga pendanaan dan standar publikasi ilmiah.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Feri Kameliawati, S.Kep., Ners., M.Kep., turut memberikan sambutan. Penguatan kompetensi dosen melalui kegiatan semacam ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian di lingkungan universitas.
Melalui kegiatan coaching ini, UAP berupaya membangun ekosistem akademik yang mendorong dosen lebih aktif melakukan penelitian, memperluas kolaborasi, dan menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan peluang dosen memperoleh pendanaan penelitian dan pengabdian, tetapi juga memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi, menjawab persoalan masyarakat, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. (*na)

