UAP GELAR ANGKAT SUMPAH

PRINGSEWU (UAP) – Rabu (25/9), Program Studi Diploma 3 Kebidanan dan Program Pendidikan Ners Jenjang Profesi Fakultas Kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) menggelar angkat sumpah. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lt. 3 Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) diikuti 129 peserta dengan rincian prodi profesi ners 95 peserta, D3 bidan 29 peserta. Kegiatan tersebut dihadiri oleh beberapa undangan diantaranya Ketua Dewan Perwakilan Wilayah PPNI Provinsi Lampung Dedi Afrizal, S.Kep., MH., Ketua Pengurus Daerah IBI Provinsi Lampung Risneni, S.ST., M.Kes., Perwakilan DPD IBI Kabupaten Pringsewu Nuryatun, S.ST., M.Kes., Ketua DPD PPNI Kabupaten Pringsewu Sobirin, S.Kep., Ners., M.M., Perwakilan Dinas Kesehatan Pringsewu Chusairil Pasha, S.KM., M.Kes., Wakil Rektor UAP, jajaran dekan, dosen, dan rohaniawan Winson Wiyawan, S.Ag.

Kaprodi Diploma 3 Kebidanan Desi Kumalasari, SST., M.Kes dalam sambutannya mengatakan, tujuan pendidikan diploma 3 kebidanan untuk menghasilkan ahli madya kebidanan, sebagai tenaga bidan pelaksana yang mampu melaksanakan tugas sesuai kewenangan dan kompetensinya.

Sementara Wakil Rektor III Dian Arif Wahyudi, S.Kep., Ners., MAN dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta angkat sumpah yang telah menjalani serangkaian kegiatan untuk menjadi perawat yang professional. Angkat sumpah merupakan serangkaian kegiatan yang harus dilalui oleh seorang perawat, setelah dilakukan yudisium, para mahasiswa disumpah berdasarkan profesinyabaik perawat maupun bidan. Harapan besar kepada para peserta angkat sumpah bahwa keberadaan perawat dan bidan memiliki arti penting dalam upaya mewujudkan mutu pelayanan kesehatan yang optimal. Perannya memiliki pengaruh yang berarti khususnya dalam turut serta mendukung produktifitas suatu bangsa yang berimplikasi pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraannya.

Berkarir sebagai seorang perawat maupun bidan adalah sebuah pilihan karir yang mulia dan terhormat. Seorang perawat maupun bidan tidak hanya memberikan tindakan yang sifatnya medis belaka, melainkan juga harus dapat berinteraksi dengan penuh empati kepada pasien yang ditanganinya. Sehingga pasien merasa nyaman dalam proses perawatan yang dijalaninya. Dan ini tentunya menjadi faktor yang turut serta mempercepat pemulihan kesehatannya. Dengan imi bersiaplah untuk langkah selanjutnya menghadapi ukom dengan itu bisa mendapatkan STR dan semoga ukom periode oktober lulus 100%.

Diakhir sambutan beliau mengingatkan, setiap tenaga kesehatan harus selalu berperilaku sesuai profesinya, jadilah tenaga kesehatan yang kompeten, berintegrasi dan beratitude. “Sumpah yang dilafalkan atas nama Tuhan dan itu tidak mudah, jangan hanya terucap tapi bisa dimaknai dengan menjalankannya sebaik-baiknya. Harus membangun komunikasi yang baik dengan pasien. Harus terus menerus mengembangkan ilmu sebaik-baiknya melalui studi lanjut, seminar, pelatihan atau diskusi ilmiah. Kembangkan kolaborasi dan rasa care yang baik dengan teman sejawat, dengan sesama dan dengan jejaring” ucap Dian.(*na)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *