Pringsewu – Program Studi S1 Farmasi Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) menyelenggarakan kegiatan Kajian Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada 10–11 April 2026, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari dunia akademik dan praktisi kesehatan.
Kajian kurikulum ini menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan farmasi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, regulasi, serta tuntutan industri kesehatan. Kurikulum sebagai elemen utama dalam sistem pendidikan dipandang memiliki peran strategis dalam mencerminkan visi, misi, serta arah pengembangan program studi.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten, di antaranya Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, S.Si., M.Si., serta melibatkan berbagai stakeholder seperti organisasi profesi (IAI dan PAFI), Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, industri farmasi, hingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kehadiran para pemangku kepentingan ini bertujuan untuk memberikan masukan komprehensif dalam penyusunan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan kajian kurikulum dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Fokus utama pembahasan meliputi peninjauan visi dan misi program studi, penyusunan struktur kurikulum, serta telaah mendalam terhadap kurikulum S1 Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker (PSPPA).
Dekan Fakultas Kesehatan UAP, Dr. Surmiasih, S.Kep., Ners., M.Kes, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam melakukan pembaruan kurikulum secara berkelanjutan. Menurutnya, kurikulum yang disusun harus mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT), Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), serta kebijakan Kampus Berdampak.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi forum brainstorming antara dosen, narasumber, dan stakeholder guna menghimpun berbagai ide dan masukan dalam merancang kurikulum yang inovatif dan aplikatif. Hasil kajian diharapkan mampu menghasilkan kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata di dunia kerja dan industri farmasi.
Dengan terselenggaranya kajian kurikulum OBE ini, Universitas Aisyah Pringsewu menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan farmasi yang kompeten, profesional, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global. (*na)

