PRINGSEWU – Sebanyak 285 mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) mengikuti Yudisium Tahap IV Tahun 2026 di Aula Universitas Aisyah Pringsewu, Kamis (1/10/2026). Para peserta berasal dari 10 program studi, mulai jenjang diploma hingga magister dan pendidikan profesi.
Yudisium menjadi tahapan akademik yang menandai selesainya proses pendidikan mahasiswa pada program studi masing-masing sebelum mereka melanjutkan ke tahap berikutnya, baik memasuki dunia kerja maupun mengembangkan kompetensi profesional.
Peserta yudisium terdiri atas mahasiswa Program Studi Magister Kebidanan, Magister Keperawatan, Pendidikan Profesi Dietisien, Pendidikan Profesi Ners, S1 Keperawatan, S1 Kebidanan, S1 Farmasi, S1 Gizi, S1 Psikologi, serta Rekam Medis dan Informasi Kesehatan jenjang diploma.
Dekan Fakultas Kesehatan UAP, Dr. Surmiasih, S.Kep., Ners., M.Kes., mengatakan yudisium tidak hanya menjadi penanda berakhirnya proses akademik, tetapi juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menerapkan kompetensi yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan.
“Lulusan diharapkan mampu membawa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama proses pendidikan ke dalam dunia profesional serta memberikan kontribusi bagi masyarakat,” kata Surmiasih.
Pada yudisium tahap ini, sebanyak 11 mahasiswa Program Studi Magister Kebidanan dan delapan mahasiswa Magister Keperawatan dinyatakan mengikuti tahapan tersebut. Sementara pada jenjang pendidikan profesi, terdapat 31 peserta Pendidikan Profesi Dietisien dan 31 peserta Pendidikan Profesi Ners.
Adapun pada jenjang sarjana, peserta berasal dari Program Studi S1 Keperawatan, S1 Kebidanan, S1 Farmasi, S1 Gizi, dan S1 Psikologi. Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan juga turut mengikutsertakan mahasiswa pada jenjang diploma.
Dengan berakhirnya tahapan akademik tersebut, para lulusan selanjutnya dihadapkan pada fase pengembangan profesional sesuai bidang keilmuan masing-masing. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan menjadi bekal untuk diterapkan di lingkungan kerja maupun dalam pelayanan kepada masyarakat. (*na)

