PRINGSEWU (UAP), 26 Mei 2026 — Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) terus memperkuat arah transformasi pendidikan tinggi melalui kegiatan Sosialisasi Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029 yang dipadukan dengan pemaparan kebijakan terbaru mengenai 12 Indikator Kinerja Utama (IKU) Baru Tahun 2026 di Aula Universitas Aisyah Pringsewu, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Aisyah Pringsewu, Dr. Sutrisno, S.Kep., Ners., MAN., dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, dekan, ketua program studi, kepala biro, serta civitas akademika UAP.
Dalam pemaparannya, Dr. Sutrisno menyampaikan bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi secara resmi telah merilis 12 IKU Baru 2026 berdasarkan Kepmendiktisaintek Nomor 358/M/KEP/2026 sebagai arah baru transformasi mutu perguruan tinggi di Indonesia.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat kualitas tata kelola, pendidikan, riset, pengabdian, hingga kontribusi nyata kepada masyarakat dan pembangunan global.
“Menuju era baru pendidikan tinggi, 12 IKU Baru 2026 hadir sebagai komando transformasi mutu perguruan tinggi di Indonesia. Kebijakan ini dirancang lebih komprehensif untuk memastikan kampus mampu bergerak lebih adaptif, inovatif, dan berdampak nyata,” ujar Dr. Sutrisno.
Ia menjelaskan bahwa indikator baru tersebut tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik semata, tetapi juga mencakup efisiensi kelulusan tepat waktu (Average Education Efficiency), kecepatan serapan kerja lulusan, kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), hingga jaminan kesejahteraan dosen dan tenaga pendidik.
Selain itu, sistem IKU terbaru juga membagi indikator ke dalam kategori “Wajib” dan “Pilihan”, sehingga setiap perguruan tinggi memiliki ruang untuk mengembangkan keunggulan institusi sesuai karakteristik dan potensi masing-masing.
Dr. Sutrisno menegaskan bahwa implementasi kebijakan tersebut memerlukan sinergi seluruh civitas akademika agar transformasi pendidikan tinggi dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Momentum ini adalah panggilan bagi seluruh civitas akademika untuk bersama-sama meningkatkan kualitas kerja, memperkuat inovasi, dan membangun budaya akademik yang unggul,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola perguruan tinggi yang berintegritas sebagai bagian utama dari indikator kinerja kampus masa depan.
Menurutnya, perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada publikasi internasional dan hilirisasi riset, tetapi juga harus mampu menciptakan lingkungan kampus yang bersih, aman, dan bebas dari korupsi, narkoba, intoleransi, serta kekerasan.
“Integritas menjadi fondasi utama perguruan tinggi modern. Kampus harus menjadi ruang yang aman, profesional, beretika, dan mampu melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Aisyah Pringsewu menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan transformasi pendidikan tinggi nasional sekaligus memperkuat implementasi Renstra 2025–2029 sebagai pijakan menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
Kegiatan sosialisasi tersebut juga menjadi ruang konsolidasi internal guna memastikan seluruh unit kerja memahami arah kebijakan baru serta mampu menyusun program kerja yang selaras dengan target IKU nasional.
Dengan semangat kolaborasi dan penguatan budaya mutu, Universitas Aisyah Pringsewu optimistis mampu menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang berkualitas, adaptif terhadap perubahan zaman, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. (*na)

