PRINGSEWU (UAP) — Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) menggelar kegiatan Coffee Morning bersama seluruh civitas akademika di Aula Universitas Aisyah Pringsewu, Selasa (26/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta penerapan nilai-nilai akhlakul karimah di lingkungan kampus.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB itu dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan Aisyah Lampung Isnaidi Guswantoro, S.Kep., Ketua Yayasan Aisyah Lampung Dr. Fitriana, S.Si.T., M.Kes beserta jajaran pengurus yayasan, Rektor UAP Dr. Sutrisno, S.Kep., Ners., M.A.N., para wakil rektor, dekan, kepala program studi, kepala biro, dosen, tenaga kependidikan, serta staf di lingkungan Universitas Aisyah Pringsewu.
Melalui forum tersebut, UAP menegaskan pentingnya membangun budaya kerja yang profesional, transparan, dan berintegritas dalam seluruh layanan akademik maupun administrasi kampus.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Aisyah Pringsewu, Dr. Sutrisno, menyampaikan bahwa pembangunan zona integritas harus dimulai dari kesadaran bersama seluruh civitas akademika untuk menjaga kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas serta pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi teladan dalam membangun budaya organisasi yang bersih, profesional, dan berakhlakul karimah.
“Kita harus bersama-sama menjaga integritas kampus ini melalui pelayanan yang baik, transparan, serta menjunjung tinggi etika dan profesionalisme dalam setiap aktivitas akademik maupun nonakademik,” ujar Sutrisno.
Ia menambahkan, kegiatan Coffee Morning menjadi wadah komunikasi dan penguatan nilai integritas antar sivitas akademika sekaligus mempererat budaya organisasi yang menjunjung tinggi etika, profesionalisme, dan pelayanan prima.
Universitas Aisyah Pringsewu, lanjutnya, terus berupaya menghadirkan tata kelola perguruan tinggi yang baik (good university governance) melalui berbagai program penguatan karakter, peningkatan kualitas layanan, serta pengembangan budaya kerja yang berorientasi pada transparansi dan akuntabilitas.

Sementara itu, Ketua Yayasan Aisyah Lampung, Dr. Fitriana, dalam sambutannya mengajak seluruh civitas akademika untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan konsistensi dalam memajukan Universitas Aisyah Pringsewu.
Ia menegaskan bahwa setiap proses membutuhkan waktu dan kerja keras untuk mencapai hasil terbaik. Menurutnya, tantangan maupun keterlambatan pencapaian merupakan bagian dari proses pembelajaran yang akan membentuk kualitas diri dan kelembagaan menjadi lebih baik di masa depan.
“Setiap usaha membutuhkan waktu untuk berproses. Kegagalan atau penundaan sering kali menjadi pembelajaran penting dalam membentuk kapasitas diri agar menjadi lebih baik. Hukum tabur tuai mengajarkan bahwa hasil yang diperoleh merupakan buah dari konsistensi, kesabaran, dan kerja keras yang terus dipupuk,” ungkap Fitriana.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan internal, tetapi juga dipengaruhi faktor lingkungan, kesempatan, dan kekuatan kolaborasi seluruh elemen kampus.
“Yakinlah, setiap kebaikan yang kita lakukan akan berdampak bagi diri sendiri, keluarga, saudara, hingga generasi mendatang. Mari bersama-sama bersatu padu memajukan kampus kita, Universitas Aisyah Pringsewu,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Aisyah Pringsewu berharap seluruh civitas akademika dapat terus menjaga komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, profesional, dan berintegritas guna mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi di Kabupaten Pringsewu dan Provinsi Lampung. (*na)

