PRINGSEWU – Program Studi S1 Kedokteran dan Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) menjalani asesmen akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) pada 12–13 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Universitas Aisyah Pringsewu ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan kedokteran dan memastikan penyelenggaraan program studi berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Asesmen tersebut melibatkan empat asesor, yakni Prof. Dr. dr. Maimun Syukri, Sp.PD-KGH, FINASM; dr. Rizky Adriansyah, M.Ked (Ped), Sp.A (K); Prof. Dr. Muhammad Arifin Parenrengi, dr., Sp.BS (K); serta Dr. dr. Ibrahim, M.Sc., MPdked., SpKKLP.
Rektor Universitas Aisyah Pringsewu, Dr. Sutrisno, S.Kep., Ners., MAN, mengatakan asesmen akreditasi merupakan momentum penting bagi universitas untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan kedokteran.
Menurutnya, proses akreditasi tidak semata-mata berorientasi pada pemenuhan dokumen dan persyaratan administratif, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menilai pelaksanaan pendidikan secara menyeluruh, mulai dari tata kelola, proses pembelajaran, hingga upaya menghasilkan lulusan yang kompeten.
“Bagi UAP, asesmen ini menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana penyelenggaraan pendidikan kedokteran telah berjalan sesuai standar, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperkuat. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan memastikan proses pembelajaran berjalan secara berkelanjutan,” ujar Sutrisno.
Ia menambahkan, pengembangan pendidikan kedokteran membutuhkan kesungguhan seluruh unsur universitas, fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta dukungan berbagai pihak. Sinergi tersebut diperlukan untuk membangun lingkungan akademik yang mendukung pembentukan calon dokter yang profesional dan berorientasi pada pelayanan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Aisyah Pringsewu, dr. Nur Asini, M.Biomed, menyampaikan bahwa asesmen akreditasi menjadi kesempatan bagi fakultas untuk menunjukkan pelaksanaan pendidikan sekaligus memperoleh masukan bagi pengembangan kedua program studi.
Menurutnya, evaluasi melalui asesmen mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan kedokteran. Hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan dalam memperkuat kualitas pembelajaran, tata kelola program studi, serta pencapaian kompetensi mahasiswa.
“Asesmen ini menjadi momentum bagi kami untuk mengevaluasi apa yang sudah berjalan dengan baik dan bagian mana yang masih perlu ditingkatkan. Masukan dari para asesor sangat penting sebagai bahan pengembangan program studi agar mutu pendidikan terus terjaga dan semakin baik,” kata Nur Asini.
Ia menegaskan, Fakultas Kedokteran UAP berupaya membangun proses pendidikan yang tidak hanya menekankan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan klinis, tetapi juga membentuk sikap profesional, etika, dan tanggung jawab dalam menjalankan profesi kedokteran.
Selama dua hari pelaksanaan, tim asesor melakukan penilaian terhadap penyelenggaraan Program Studi S1 Kedokteran dan Program Studi Profesi Dokter sebagai bagian dari mekanisme penjaminan mutu eksternal oleh LAM-PTKes.
Bagi UAP, asesmen ini menjadi bagian dari proses peningkatan mutu yang perlu ditindaklanjuti secara konsisten. Evaluasi dan rekomendasi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun langkah perbaikan serta memperkuat penyelenggaraan pendidikan kedokteran ke depan.
Melalui proses tersebut, Universitas Aisyah Pringsewu menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan kedokteran yang bermutu, memperkuat tata kelola akademik, dan mempersiapkan calon dokter yang kompeten, profesional, serta mampu berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (*na)

