PRINGSEWU – Pembukaan Milad Ke-7 Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) tidak hanya diwarnai berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan Orasi Ilmiah sebagai ruang berbagi gagasan dan penguatan budaya akademik. Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Aisyah Pringsewu, Rabu (1/7/2026), tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Milad yang mengusung tema "7 Tahun Berkarya dalam Inovasi Digital, Menguatkan Tata Kelola, Mewujudkan Generasi Unggul Berakhlakul Karimah untuk Indonesia Berkelanjutan".
Orasi ilmiah menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. Feri Kameliawati, S.Kep., Ners., M.Kep., Dr. Siti Maesaroh, S.ST., M.Kes., dan Dr. Desi Kumalasari, S.ST., M.Kes., dengan moderator Alfauzi Makruf, M.Pd. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta sivitas akademika Universitas Aisyah Pringsewu.
Rektor Universitas Aisyah Pringsewu, Dr. Sutrisno, S.Kep., Ners., M.A.N., mengatakan penyelenggaraan orasi ilmiah merupakan bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, serta mendorong lahirnya inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Milad bukan sekadar peringatan bertambahnya usia institusi, tetapi menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat tata kelola, serta mengembangkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat," ujarnya.
Menurut Sutrisno, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, forum ilmiah seperti orasi ilmiah menjadi sarana memperkuat kolaborasi, memperluas wawasan akademik, serta mendorong implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Sekretaris Panitia Milad Ke-7 Universitas Aisyah Pringsewu, Aviv Fitria Yulia, S.Kom., M.T.I., menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Milad dirancang untuk melibatkan sivitas akademika, mitra kerja sama, serta berbagai pemangku kepentingan sebagai upaya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Menurut Aviv, orasi ilmiah menjadi salah satu agenda strategis dalam rangkaian Milad karena memberikan ruang bagi dosen, mahasiswa, dan sivitas akademika untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, serta memperkuat budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Orasi ilmiah menjadi salah satu agenda strategis dalam Milad Ke-7 karena menghadirkan ruang diskusi akademik yang mendorong pertukaran gagasan, penguatan kompetensi dosen dan mahasiswa, serta peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat," kata Aviv.
Ia menambahkan, rangkaian Milad Ke-7 tidak hanya berorientasi pada perayaan hari jadi universitas, tetapi juga menjadi wadah implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui berbagai kegiatan akademik, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, kompetisi, serta kolaborasi dengan berbagai institusi.
Selain orasi ilmiah, Milad Ke-7 Universitas Aisyah Pringsewu juga diramaikan dengan berbagai kegiatan, di antaranya peluncuran Aplikasi PMI Kabupaten Pringsewu hasil kolaborasi Universitas Aisyah Pringsewu dengan PMI Kabupaten Pringsewu, Food Innovation Competition berbahan baku Tepung Mocaf Selendang Biru, seminar, perlombaan akademik dan nonakademik, serta kegiatan sosial yang melibatkan sivitas akademika dan masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Universitas Aisyah Pringsewu menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, memperkuat tata kelola institusi, mengembangkan inovasi digital, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. (*na)

