PRINGSEWU (UAP) – Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Amanah Bunda Pringsewu berkomitmen untuk memajukan kesejahteraan psikologis para lanjut usia (lansia) melalui program “Tilik Ndelik.” Program pengabdian masyarakat ini merupakan inisiatif dari tim UAP yang bertujuan menyediakan layanan psikologis bagi lansia, sebagai langkah preventif dan kuratif terhadap isu kesehatan mental seperti depresi, stres, dan kesepian.
“Tilik Ndelik” digagas oleh dosen-dosen Universitas Aisyah Pringsewu, Lampung. Menurut Lathief, salah satu penggagas program dan dosen psikologi UAP, “lansia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan mental, khususnya di Pringsewu.” Tim pelaksana program ini diketuai oleh Nila Qurniasih, dengan M. Lathief Syaifussalam dan Rima Wilantika sebagai anggota.
Program ini mengimplementasikan logoterapi, sebuah pendekatan yang bertujuan meningkatkan kebermaknaan hidup. Logoterapi dikembangkan oleh Viktor Emil Frankl, seorang neurolog dan psikiater Austria yang merupakan penyintas Holocaust. Konsep ini lahir dari pengamatan Frankl terhadap penghuni kamp konsentrasi, yang menunjukkan bahwa pemaknaan terhadap pengalaman baik maupun buruk berperan penting dalam daya juang mereka.
Pelaksanaan program “Tilik Ndelik” dimulai pada Agustus 2024 dan masih berlangsung hingga saat ini. Pelatihan dimulai dengan pembekalan kepada sumber daya manusia (SDM) potensial lansia, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menyediakan layanan psikologis di LKS Amanah Bunda. Selanjutnya, pelatihan logoterapi digunakan sebagai metode untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Melalui sesi interaktif, peserta belajar memaknai pengalaman hidup, mengatasi tantangan emosional, dan mengembangkan sikap positif terhadap kondisi yang mereka hadapi. Setiap peserta mengikuti beberapa tahap pelatihan, termasuk sesi perubahan hidup, stimulasi imajinasi kreatif, dan evaluasi kemajuan pribadi.
Keberhasilan program ini terlihat dari peningkatan signifikan dalam kebermaknaan hidup peserta yang diukur melalui kuisioner pre-test dan post-test. Hasil post-test menunjukkan bahwa para peserta mengalami peningkatan yang berarti setelah mengikuti pelatihan dibandingkan sebelum pelatihan. Amanah Bunda dan Universitas Aisyah Pringsewu berharap program ini tidak hanya mengatasi masalah psikologis, tetapi juga memperkuat rasa keberdayaan dan kontribusi lansia dalam masyarakat.
Keberhasilan tahap pertama program “Tilik Ndelik” dengan pendekatan logoterapi memberikan harapan. LKS Amanah Bunda dan tim Universitas Aisyah Pringsewu berencana memperluas layanan dengan melibatkan lebih banyak tenaga terlatih, serta menyediakan layanan psikologis berkelanjutan, tidak hanya bagi lansia. Program ini diharapkan menjadi contoh nyata bahwa layanan psikologis yang tepat dapat secara signifikan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan lansia di masyarakat, khususnya melalui logoterapi.
Selain itu, “Tilik Ndelik” dirancang untuk memberikan gambaran dan informasi inspiratif kepada publik tentang pentingnya dukungan psikologis untuk semua kalangan, termasuk lansia. Universitas dan tim juga menunjukkan komitmen sosial dan pendidikan kepada lembaga-lembaga terkait di Pringsewu, Lampung. Program ini menjadi salah satu alternatif untuk mengampanyekan pentingnya kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis di Pringsewu, Lampung. (*na)

