Pringsewu, 6 Juni 2026 – Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFA) Fakultas Kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia di bidang kefarmasian melalui penyelenggaraan PharmaExcel 2026 (Pharmacy Excellent). Kegiatan yang menjadi salah satu program kerja unggulan organisasi mahasiswa tersebut dirancang sebagai wadah pengembangan kompetensi akademik maupun non-akademik bagi mahasiswa Program Studi S1 Farmasi.
Mengusung tema “Membangun Generasi Farmasi yang Unggul melalui AKSI (Aktif, Kreatif, Supportif, dan Inspiratif)”, PharmaExcel 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan yang memadukan unsur ilmiah, kreativitas, olahraga, serta pengembangan wawasan profesi. Program ini diikuti oleh mahasiswa Farmasi semester 2, 4, dan 6 sebagai bagian dari upaya mencetak calon tenaga kefarmasian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan sosial, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan dunia kesehatan.
Ketua Pelaksana PharmaExcel 2026, Tomi Syahirza, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kebutuhan mahasiswa akan ruang aktualisasi diri yang mampu mengintegrasikan pengembangan kemampuan akademik dan non-akademik secara seimbang. Menurutnya, tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang menuntut mahasiswa farmasi untuk memiliki kompetensi yang lebih luas dari sekadar penguasaan teori perkuliahan.
“Melalui PharmaExcel 2026, kami ingin memberikan pengalaman yang lebih komprehensif kepada mahasiswa. Tidak hanya mengasah kemampuan akademik melalui kompetisi ilmiah, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, sportivitas, dan kerja sama tim yang sangat dibutuhkan dalam dunia profesional nantinya,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan PharmaExcel 2026 terdiri atas berbagai kompetisi dan seminar kefarmasian. Pada bidang akademik, mahasiswa berkesempatan mengikuti Lomba Poster Edukasi dan Lomba Video Edukasi yang mengangkat isu-isu kesehatan dan kefarmasian terkini. Kompetisi ini menjadi sarana bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan komunikasi ilmiah sekaligus menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui media kreatif dan mudah dipahami.
Melalui lomba poster edukasi, peserta ditantang menyusun karya visual yang informatif dengan tema pemanfaatan bahan alam dan obat tradisional sebagai solusi kesehatan. Sementara itu, lomba video edukasi mengajak mahasiswa mengangkat berbagai isu terkait pelayanan kefarmasian, keselamatan penggunaan obat, serta peran apoteker dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Selain kompetisi akademik, PharmaExcel 2026 juga menghadirkan sejumlah perlombaan olahraga yang meliputi futsal putra, voli putri, dan badminton ganda putra maupun putri. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kebugaran jasmani mahasiswa sekaligus menanamkan nilai-nilai sportivitas, solidaritas, dan kerja sama tim.
Menurut panitia, keseimbangan antara kemampuan intelektual dan kesehatan fisik menjadi faktor penting dalam membentuk tenaga kesehatan yang profesional. Oleh karena itu, kegiatan olahraga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian PharmaExcel.
Salah satu agenda utama yang mendapat perhatian khusus dalam kegiatan ini adalah Seminar Kefarmasian 2026 yang mengangkat tema “Empowering Pharmacists: Inovasi, Riset dan Pengabdian dalam Pengembangan Pelayanan Kefarmasian dan Obat Tradisional.”
Seminar tersebut menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang kefarmasian, yaitu apt. Ahmad Bayu Satriawan, M.S.Farm dan apt. Joko Sunowo, M.Clin.Pharm., CHCEE., CHMEE. Keduanya membahas berbagai isu strategis terkait inovasi bahan alam, pengembangan obat tradisional, serta optimalisasi peran farmasis dalam pelayanan kefarmasian berbasis bukti ilmiah (evidence-based pharmacy).
Kegiatan seminar diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan terkini dunia farmasi sekaligus memperkuat kesiapan mereka menghadapi tantangan profesi di masa depan.
Ketua Program Studi S1 Farmasi Universitas Aisyah Pringsewu, apt. Diah Kartika Putri, M.Farm, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa yang mampu menghadirkan kegiatan pengembangan diri yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan.
“PharmaExcel merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menciptakan lingkungan akademik yang aktif, kreatif, dan produktif. Kegiatan ini menjadi sarana yang sangat baik untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta membangun karakter mahasiswa sebagai calon tenaga kefarmasian yang profesional dan berintegritas,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dunia kefarmasian saat ini mengalami perkembangan yang sangat cepat seiring kemajuan teknologi kesehatan, penelitian obat, serta transformasi pelayanan farmasi. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang baik, serta kreativitas dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat.
Melalui penyelenggaraan PharmaExcel 2026, Universitas Aisyah Pringsewu terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pengembangan mahasiswa yang berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan. Perguruan tinggi yang dikenal fokus pada pengembangan pendidikan kesehatan tersebut secara konsisten mendorong mahasiswa untuk aktif dalam berbagai kegiatan akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, maupun pengembangan organisasi kemahasiswaan.
Keberadaan kegiatan seperti PharmaExcel dinilai selaras dengan upaya perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang keilmuan, tetapi juga memiliki keterampilan abad ke-21 yang meliputi kemampuan kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan kepemimpinan.
Dengan rangkaian kegiatan yang komprehensif, PharmaExcel 2026 diharapkan mampu menjadi wadah strategis bagi mahasiswa Farmasi Universitas Aisyah Pringsewu untuk mengembangkan potensi diri secara optimal. Lebih dari sekadar kompetisi dan seminar, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempersiapkan generasi farmasis masa depan yang unggul, inovatif, adaptif, dan siap berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. (*na)

